Hasil observasi awal menunjukkan bahwa siswa cenderung menghindari interaksi sosial, pasif dalam pembelajaran, dan mengalami ketakutan berlebihan terhadap penilaian orang lain, yang mengindikasikan adanya kecemasan sosial di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan konseling kelompok dengan teknik self-talk dalam mengurangi kecemasan sosial siswa kelas VII SMP. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan desain pretest-posttest one group design. Subjek penelitian berjumlah delapan siswa yang memiliki tingkat kecemasan sosial kategori sedang hingga tinggi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket skala kecemasan sosial model Likert yang terdiri dari 24 pernyataan dengan empat pilihan jawaban. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji Wilcoxon Signed Rank Test, serta uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kecemasan sosial siswa setelah diberikan layanan konseling kelompok dengan teknik self-talk, dengan tingkat efektivitas berada pada kategori cukup efektif. Dengan demikian, layanan konseling kelompok dengan teknik self-talk efektif digunakan untuk mengurangi kecemasan sosial siswa.
Copyrights © 2026