Kualitas pelayanan publik merupakan indikator penting dalam menilai efektivitas kinerja pemerintah dalam memenuhi kebutuhan publik. Menghadapi dinamika perubahan sosial dan perkembangan teknologi digital, pemerintah dituntut untuk mengembangkan model tata kelola yang lebih adaptif dan inovatif. Salah satu pendekatan yang muncul dalam studi administrasi publik adalah konsep Agile Government, sebuah model tata kelola yang menekankan fleksibilitas organisasi, responsivitas kebijakan, kolaborasi, dan penggunaan teknologi digital dalam penyampaian pelayanan publik. Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana implementasi Agile Government memengaruhi persepsi publik terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Medan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif untuk memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang implementasi prinsip-prinsip Agile Government dalam pelayanan publik dan dampaknya terhadap persepsi publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi prinsip-prinsip Agile Government berkontribusi pada peningkatan persepsi publik terhadap kualitas pelayanan publik. Fleksibilitas pelayanan, kecepatan respons dari pejabat pemerintah, dan penggunaan teknologi digital memudahkan masyarakat untuk mengakses pelayanan pemerintah. Dengan demikian, Agile Government dapat menjadi strategi penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, menjadikannya lebih adaptif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan publik
Copyrights © 2026