Limbah cair kelapa sawit (POME) merupakan hasil dari proses perebusan/sterilisasi dan klarifikasi yang mengandung sludge, air kondensat, dan air sisa cucian pabrik. Pengolahan konvensional POME menggunakan sistem kolam terbuka kurang efektif karena dapat menimbulkan masalah lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengolahan POME yang ramah lingkungan seperti penggunaan biokoagulan ampas tebu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas dan pengaruh dosis biokoagulan dari ampas tebu pada pengolahan POME. Ampas tebu dengan kandungan lignoselulosa tinggi, memiliki potensi sebagai agen biokoagulan. Ampas tebu yang telah dipreparasi kemudian didelignifikasi dengan NaOH 8% pada suhu 120°C selama 120 menit untuk menghasilkan biokoagulan. Pengaplikasian dilakukan dengan proses klarifikasi dengan variasi dosis 7,5; 10; 12,5; 15; dan 17,5 (g/L). Pengaplikasian bikoagulan dilakukan pengadukan cepat selama 2 menit, pengadukan lambat selama 20 menit, dan diikuti dengan sedimentasi selama 60 menit. Setelah itu dilakukan analisis pH, TSS, dan kekeruhan. Peningkatan dosisi bikoagulan meningkatkan nilai pH dan penurunan nilai kekeruhan. Dosis optimal diperoleh pada 10 g/L dengan efektivitas penurunan TSS sebesar 32,49%, kekeruhan sebesar 9,43%, dan nilai pH 5,1.
Copyrights © 2026