Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Biokoagulan Berbasis Ampas Tebu dalam Pengolahan Palm Oil Mill Effluent: Analisis Pengaruh Dosis Ayu Setyowati, Sekar; Kusyanto; Dedy Irawan; Nur Fadillah Ramadhani; Alfidah Tyas Suciningrum
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair kelapa sawit (POME) merupakan hasil dari proses perebusan/sterilisasi dan klarifikasi yang mengandung sludge, air kondensat, dan air sisa cucian pabrik. Pengolahan konvensional POME menggunakan sistem kolam terbuka kurang efektif karena dapat menimbulkan masalah lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengolahan POME yang ramah lingkungan seperti penggunaan biokoagulan ampas tebu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas dan pengaruh dosis biokoagulan dari ampas tebu pada pengolahan POME. Ampas tebu dengan kandungan lignoselulosa tinggi, memiliki potensi sebagai agen biokoagulan. Ampas tebu yang telah dipreparasi kemudian didelignifikasi dengan NaOH 8% pada suhu 120°C selama 120 menit untuk menghasilkan biokoagulan. Pengaplikasian dilakukan dengan proses klarifikasi dengan variasi dosis 7,5; 10; 12,5; 15; dan 17,5 (g/L). Pengaplikasian bikoagulan dilakukan pengadukan cepat selama 2 menit, pengadukan lambat selama 20 menit, dan diikuti dengan sedimentasi selama 60 menit. Setelah itu dilakukan analisis pH, TSS, dan kekeruhan. Peningkatan dosisi bikoagulan meningkatkan nilai pH dan penurunan nilai kekeruhan. Dosis optimal diperoleh pada 10 g/L dengan efektivitas penurunan TSS sebesar 32,49%, kekeruhan sebesar 9,43%, dan nilai pH 5,1.
OPTIMASI VOLUME NaOH PADA PROSES DELIGNIFIKASI AMPAS TEBU UNTUK PRODUKSI BIOKOAGULAN DAN APLIKASINYA DALAM PENGOLAHAN LIMBAH CAIR POME: Biokoagulan Putri, Nur Aulia; Ayu Setyowati, Sekar; Tyas Suciningrum, Alfidah; Kurniawan, , Andri; Adhiksana, Arief
Journal of Research and Education Chemistry Vol. 8 No. 1 (2026): April
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jrec.2026.vol8(1).21639

Abstract

Sugarcane waste (bagasse) is an industrial waste that has a harmful impact on public health because it contains emissions of hazardous combustion products such as volatile organic carbon (VOC) and carbon monoxide (CO). This study aims to utilize bagasse waste as a biocoagulant material in reducing these parameters through the maceration method with an extraction time of 24 hours and varying the volume of solvent (8% NaOH) 50 ml, 100 ml, 150 ml, 200 ml and 250 ml. Bagasse is processed into fine powder and used as an absorbent medium mixed with POME. The results showed that bagasse is effective in reducing TSS, TDS, and turbidity but experienced an increase in pH in POME. The largest decrease occurred in the variation of solvent volume of 250 ml with the maceration method, resulting in a decrease in TSS of up to 99%, TDS of up to 99%, a decrease in turbidity of up to 98% and pH becoming alkaline. These findings indicate that sugarcane bagasse waste has the potential as a cheap and environmentally friendly alternative material in the processing of palm oil liquid waste