Meskipun memiliki peran strategis penting bagi perekonomian negara, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ritel terus menghadapi sejumlah kesulitan, terutama dalam hal manajemen keuangan. Transparansi dan akses pembiayaan formal terhambat oleh Standar Akuntansi Keuangan untuk Badan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) yang kurang dipahami dan diterapkan. Sejumlah UMKM ritel di Desa Cileungsi, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, masih menggunakan dokumen keuangan dasar tanpa berkonsultasi dengan kriteria yang diakui. Tujuan pelatihan ini adalah untuk membantu UMKM ritel menjadi lebih berpengetahuan dan mahir dalam menggunakan SAK EMKM untuk meningkatkan kinerja keuangan mereka. Terbukti dari proyek pengabdian masyarakat ini bahwa mayoritas peserta memperoleh informasi dan kemampuan baru setelah menyelesaikan tugas. Tujuh orang melaporkan peningkatan 20% atau lebih. Enam orang melaporkan peningkatan 10–20%. Selain itu, peningkatan untuk 7 orang lainnya kurang dari 10%. Perbandingan data yang telah disebutkan di atas menunjukkan bahwa kegiatan Pengabdian Masyarakat ini meningkatkan pemahaman dan keakraban para pelaku bisnis ritel dengan Standar Akuntansi Keuangan untuk Badan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM).
Copyrights © 2026