Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran teknologi digital dalam penguatan manajemen pendidikan berbasis budaya lokal di sekolah menengah, khususnya pada konteks daerah tertinggal. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR) yang mengacu pada pedoman PRISMA. Data diperoleh dari berbagai database ilmiah, yaitu Scopus, Google Scholar, dan Web of Science, dengan rentang publikasi tahun 2015–2025. Proses seleksi menghasilkan 10 artikel utama yang dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital berperan signifikan dalam meningkatkan efektivitas manajemen pendidikan melalui penguatan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan berbasis data. Pada saat yang sama, budaya lokal berfungsi sebagai fondasi nilai dalam membentuk karakter peserta didik serta meningkatkan relevansi pendidikan dengan konteks sosial masyarakat. Meskipun demikian, integrasi antara teknologi digital dan budaya lokal masih terbatas dan belum terstruktur secara sistematis dalam praktik manajemen pendidikan, khususnya di daerah tertinggal yang menghadapi keterbatasan infrastruktur dan sumber daya manusia. Penelitian ini menawarkan model manajemen pendidikan integratif berbasis teknologi digital dan budaya lokal sebagai solusi konseptual untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Model ini menekankan pentingnya penguatan literasi digital, integrasi nilai budaya lokal dalam sistem manajemen sekolah, serta pengembangan kepemimpinan adaptif
Copyrights © 2025