Meningkatnya paparan waktu layar (screen time) pada anak usia dini menjadi isu krusial dalam konteks pendidikan dan pengasuhan modern, khususnya terkait perkembangan bahasa dan sosial anak. Di lingkungan PAUD, penggunaan gawai yang tidak terkontrol berpotensi mengurangi interaksi verbal, kemampuan komunikasi, serta keterampilan sosial anak. Artikel pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengurangan dampak negatif screen time melalui program edukatif yang melibatkan guru PAUD dan orang tua di komunitas PAUD. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan pendampingan penggunaan gawai yang sehat, penerapan aktivitas pembelajaran berbasis interaksi langsung, serta evaluasi perubahan perilaku anak. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan frekuensi komunikasi verbal anak, kualitas interaksi sosial dengan teman sebaya, serta kesadaran orang tua dan guru dalam mengelola screen time secara bijak. Pembahasan menegaskan bahwa kolaborasi antara satuan PAUD dan keluarga berperan penting dalam meminimalkan dampak negatif teknologi digital pada anak usia dini. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa strategi pengurangan screen time yang terencana, kontekstual, dan berkelanjutan efektif mendukung perkembangan bahasa dan sosial anak serta dapat direplikasi di komunitas PAUD lainnya.
Copyrights © 2026