Banjir adalah permasalahan yang sering terjadi di Indonesia, salah satunya di hilir Sungai Bengawan Solo di Kecamatan Baureno. Faktor-faktor seperti kerusakan tebing, ketinggian elevasi yang rendah, dan debit banjir yang tinggi menyebabkan terjadinya banjir di area tersebut. Oleh karenanya, perlu dilakukan pengendalian banjir di lokasi tersebut agar tidak terjadi lagi. Untuk mengatasi hal tersebut, studi ini mengusulkan pembangunan dinding penahan tanah. Perhitungan dimulai dengan menggunakan debit banjir periode 25 tahun (Q25) menggunakan distribusi hujan PSA 007 dan Hidrograf Satuan Sintetis Nakayasu. Simulasi hidrolika dilakukan dengan HEC-RAS 6.5 untuk memetakan kondisi eksisting. Diketahui debit puncak mencapai 1081,54 m3/dt dan menyebabkan limpasan setinggi 1,8 m. Oleh karena itu, direncanakan Pembangunan dinding penahan setinggi 2,2 m. Karena struktur dinding tidak cukup kuat menahan gaya geser, maka ditambahkan tiang pancang berukuran 30 cm dengan kedalaman 22 m. Struktur dinding dibangun dengan beton bertulang sesuai standar SNI.
Copyrights © 2026