Pada bayi BBLR, kemampuan menyusu secara oral merupakan salah satu kriteria keluar dari rumah sakit. Ketidakmampuan refleks hisap pada bayi disebabkan oleh kemampuan otot menghisap masih lemah dan kemampuan oral belum stabil yang mengakibatkan berat badan belum optimal. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendampingan keluarga terapi stimulasi oral terhadap reflek menghisap dan peningkatan berat badan bayi BBLR di RSI Sultan Hadlirin Jepara. Dalam penelitian ini akan menggunakan jenis penelitian pra eksperimen dengan two group pre test - post test design yaitu penelitian ini terdapat dua kelompok intervensi dan kontrol yang mana setiap kelompok akan mendapat test dua kali sebelum dan sesudah intervensi. Kelompok intervensi diberikan tindakan stimulasi oral dan pendampingan keluarga sedangkan kelompok control mendapat perlakukan sesuai SOP rumah sakit untuk bayi BBLR. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi berat badan lahir rendah di ruang siti hajar RSI Sultan Hadlirin Jepara bulan November Tahun 2025 sebanyak 53 bayi BBLR. Jumlah sampel dihitung dengan rumus slovin didapatkan sampel sebanyak 47 bayi. Teknik sampel yaitu consecutif sampling (berurutan). Instrument yang digunakan adalah early feeding assessment dan penimbangan berat badan. Analisa data menggunakan uji uji paired t test. Hasil penelitian menjelaskan ada pengaruh pendampingan keluarga terapi stimulasi oral terhadap reflek menghisap pada bayi BBLR di RSI Sultan Hadlirin Jepara dengan nilai p = 0,000 kurang dari 0,05. Ada pengaruh pendampingan keluarga terapi stimulasi oral terhadap peningkatan berat badan bayi BBLR di RSI Sultan Hadlirin Jepara dengan nilai p = 0,000 kurang dari 0,05. Saran yang dapat diberikan pada penelitian selanjutnya yaitu menambahkan variabel lain yang mempengaruhi peningkatan berat badan bayi BBLR seperti faktor nutrisi ibu dan lama perawatan.
Copyrights © 2026