UMKM pengolahan ikan di daerah pesisir masih menghadapi masalah nilai tambah rendah akibat keterbatasan dalam proses produksi, inovasi produk, pengemasan, manajemen bisnis, dan pemasaran. Kondisi ini menunjukkan bahwa rantai nilai perikanan dari hulu hingga hilir belum sepenuhnya dioptimalkan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan rantai nilai UMKM pengolahan ikan melalui intervensi terpadu berdasarkan peningkatan kapasitas produksi, inovasi produk dan pengemasan, serta penguatan manajemen bisnis dan pemasaran digital. Metode pelaksanaannya menggunakan pendekatan partisipatif kolaboratif melalui tahapan pemetaan masalah, pelatihan dan bantuan dalam penerapan teknologi yang tepat, inovasi produk dan pengemasan, serta bimbingan dalam manajemen bisnis dan pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pada aspek hulu, seperti penerapan praktik pengolahan yang lebih higienis dan kualitas produk yang konsisten, peningkatan nilai tambah melalui diversifikasi menjadi 2 hingga 3 varian produk dan penggunaan kemasan bermerek, serta penguatan aspek hilir melalui penerapan pembukuan sederhana dan aktivasi dua saluran pemasaran digital. Secara keseluruhan, pendekatan hulu-hilir yang integratif telah terbukti relevan dalam mengatasi hambatan dalam rantai nilai UMKM pengolahan ikan dan mendorong perubahan yang lebih berkelanjutan. Kegiatan ini memberikan kontribusi praktis berupa model layanan berbasis rantai nilai yang dapat direplikasi dan diterapkan pada UMKM perikanan pantai dengan karakteristik masalah yang serupa.
Copyrights © 2026