Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis bagaimana optimalisasi area sekitar sekolah sebagai sarana edukasi IPA dapat meningkatkan capaian belajar siswa kelas IV di SDN 2 Sumberejo. Masalah utama yang mendasari pembelajaran ini adalah penggunaan metode ceramah yang monoton sehingga menghambat pemahaman siswa terhadap materi yang bersifat abstrak. Melalui metode studi kasus kualitatif, peneliti mengumpulkan informasi dari pendidik dan dua belas siswa melalui teknik observasi serta dialog mendalam. Temuan lapangan menunjukkan bahwa transisi dari ruang kelas ke halaman sekolah sebagai laboratorium alam memicu keterlibatan aktif siswa dalam mengamati objek nyata secara langsung. Dampaknya, siswa lebih berani berpendapat, antusias, dan mampu mendeskripsikan konsep sains dengan bahasa yang logis. Meskipun muncul tantangan berupa manajemen konsentrasi siswa di luar ruangan, penelitian ini membuktikan bahwa pemanfaatan lingkungan sekolah mampu menciptakan proses proses yang lebih konkret dan substansial.
Copyrights © 2026