Penelitian ini bertujuan menjawab hipotesis bahwa latihan lateral push off dan split squat jump berpengaruh terhadap peningkatan frekuensi tendangan Mae Geri Chudan pada atlet karate Dojo Garuda Sumbawa. Masalah penelitian berangkat dari rendahnya kemampuan atlet melakukan tendangan depan secara cepat dan berulang dalam situasi kumite, sehingga peluang memperoleh poin menjadi kurang optimal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimen dengan rancangan two group pretest-posttest design. Sampel terdiri atas 20 atlet karate yang dibagi menjadi dua kelompok melalui ordinal pairing berdasarkan hasil tes awal. Kelompok pertama memperoleh latihan lateral push off, sedangkan kelompok kedua memperoleh latihan split squat jump. Instrumen pengukuran berupa tes frekuensi tendangan Mae Geri Chudan selama 10 detik pada target sandsack, dengan skor tertinggi dari tiga percobaan digunakan sebagai data analisis. Data dianalisis menggunakan uji-t sampel sejenis untuk membandingkan skor pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok lateral push off mengalami peningkatan rerata dari 6,10 menjadi 8,80 tendangan, dengan t-hitung 9,00 lebih besar daripada t-tabel 1,833 dan peningkatan 44%. Kelompok split squat jump meningkat dari 6,40 menjadi 8,70 tendangan, dengan t-hitung 10,38 lebih besar daripada t-tabel 1,833 dan peningkatan 35%. Temuan ini menegaskan bahwa kedua bentuk latihan pliometrik efektif meningkatkan frekuensi tendangan Mae Geri Chudan. Latihan lateral push off memberikan peningkatan persentase lebih besar, sedangkan split squat jump juga terbukti signifikan sebagai alternatif latihan eksplosif tungkai Kata kunci: karate; lateral push off; Mae Geri Chudan; pliometrik; split squat jump.
Copyrights © 2024