Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Gerakan masyarakat hidup sehat melalui kegiatan olah raga di masa adaptasi kebiasaan baru Soemardiawan Soemardiawan; Hermansyah Hermansyah; Muhamad Salabi; Nurdin Nurdin; Lalu Sapta Wijaya Kesuma; Jamaludin Jamaludin
ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masayarakat Vol 2 No 2 (2021): ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/ab.v2i2.3379

Abstract

Basically, in life, sport is a basic need for every human being at this time. Doing sports can prevent various diseases, including obesity, diabetes, cancer, injuries, and osteoporosis. In addition, exercise is also known to reduce stress and anxiety, improve sleep quality and concentration levels, and increase self-confidence. During the current Covid-19 pandemic, exercise can be an alternative in maintaining immune conditions. Therefore, this service activity aims to build public awareness about the healthy living movement through sports activities. Partners in this activity are residents of the Lingkar Permai community, RT 06, totaling 20 people. The activity method is through the transfer of knowledge and practice, while the steps are 1) counseling, 2) practice, 3) mentoring, and 4) evaluation. The results of the activities include 1) the understanding of partners has increased after counseling, the increase has reached 58.06%, and 2) partners can do simple movements taught by the team. Assistance activities still need to be carried out continuously so that people are genuinely aware of healthy living
MANAGEMEN PROGRAM PELATIHAN ATLET PENCAK SILAT DIMASA PANDEMI COVID-19 PPLP (PUSAT PENDIDIKAN LATIHAN PELAJAR) DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA PROVINSI NTB M Salabi; Imran Hasanuddin
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol 9, No 1 (2022): MARET
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v9i1.6575

Abstract

Fokus masalah penelitian ini Cabang olahraga pencak silat pernah berjaya pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) di tahun 2011 hingga 2017. Mereka selalu mempersembahkan medali emas selama lima kali tampil di ajang multi event tingkat pelajar nasional itu. Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk Mengetahui Managemen Program Pelatihan Atlet Pencak Silat Dimasa Pandemi Covid-19 PPLP (Pusat Pendidikan Latihan Pelajar) Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif evaluatif. Lokasi penelitian, pengumpulan data di pusat pembinaan atlet PPLP NTB dan Kantor Dispora NTB. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner, dokumentasi, observasi dan wawancara, analisis data menggunakan analisis deskriptif evaluative. Populasi dan sampel menggunakan studi populasi (mengikutkan semua populasi menjadi sample). Populasi yang di gunakan adalah 10 Atlet dan 3 Pelatih PPLP (Pusat Pendidikan Latihan Pelajar) Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB. Hasil Penelitian: Manajemen pembinaan prestasi di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Pencak Silat PPLP Nusa Tenggara Barat berjalan dengan baik, telah terprogram, berjenjang, dan berkesinambungan. Hal ini dilihat mulai dari proses perekrutan atlet yang ketat, program latihan yang sistematis, sarana dan prasarana yang tercukupi, serta dana yang memadai. Manajemen Program latihan untuk atlet sudah baik dan tepat, karena rencana tersebut dibuat dengan mempertimbangkan faktor kebutuhan peningkatan prestasi atlet sesuai tujuan yang ditentukan pelatih secara tepat. Susunan organisasi PPLP dibawah naungan DISPORA Nusa Tenggra Barat berjalan tertib dan telah terstruktur dalam proses pembinaan prestasi.  Sarana dan prasarana Cabor Pencak Silat PPLP Provinsi Nusa Tenggara Barat secara kualitas sudah tercukupi, namun perlu pembenahan dan peningkatan, penggantian Fasilitas latihan, Gedung yang digunakan PPLP adalah gedung olahraga indoor Atletik Lawata Mataram dan gelanggang pemuda Mataram, tempat tinggal atlet cukup memadai, alat fitness di gelanggang pemuda. Pendanaan yang dimaksud berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Hibah APBN Kemepora RI yang dialokasikan dengan seksama sesuai kebutuhan proses pembinaan prestasi dan terencana dalam Surat Keputusan/ SK Dispora NTB. Prestasi yang telah dicapai sampai saat ini sudah baik dan mengalami peningkatan seiring peningkatan kualitas pola pembinaan prestasi cabor Pencak Silat PPLP Nusa Tenggara Barat.
Pengaruh Latihan Resistance Band terhadap Kecepatan Tendangan Samping Atlet Pencak Silat Azlan Ali; Muhammad Salabi; Jamaluddin Jamaluddin
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol 9, No 2 (2022): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v9i2.6580

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah kurangnya kecepatan menendang khusunya pada tendangan samping yang dilihat pada saat latihan dan dari hasil sparing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh latihan Resistance Band terhadap kecepatan tendangan samping atlet pencak silat SMAN 1 Sakra Timur tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan tes. Tes kecepatan tendangan pencak silat menggunakan Measurement Foundation Skill pencak silat. Tes dilakukan dengan melakukan tendangan secepat mungkin dalam waktu 10 detik. Subyek penelitian adalah atlet SMAN 1 Sakra Timur sebanyak 15 atlet. Teknik analisis data menggunakan t-test. Dari hasil analisis data diperoleh nilai rata-rata latihan Resistance Band sebesar nilai thitung (7,790) >ttabel (1,761) dan pada taraf signifikan 5%. Hasil tersebut dapat diartikan bahwa ada pengaruh latihan menggunkan Resistance Band terhadap kecepatan tendangan samping pada atlet pencak silat SMAN 1 Sakra Timur tahun 2022. Simpulan penelitian ini adalah adanya pengaruh latihan menggunakan Resistance Band terhadap kecepatan tendangan samping atlet pencak silat SMAN 1 Sakra Timur Tahun 2022.
Tingkat Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) Pascapandemi COVID-19 di SMP Islam Al-Ikhlashiyah Hariyanto, Geri; Salabi, Muhamad; Suwarli, Suwarli
Discourse of Physical Education Vol. 2 No. 2 (2023): August
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/dpe.v2i2.1421

Abstract

Pandemi COVID-19 berdampak signifikan pada keterlibatan siswa dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), khususnya pada aspek emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat keaktifan siswa kelas VIII di SMP Islam Al-Ikhlashiyah pascapandemi. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan instrumen angket tertutup dan melibatkan total sampel sebanyak 86 siswa. Hasil menunjukkan bahwa 41,86% siswa berada pada kategori "Cukup Baik," dengan keterlibatan tertinggi pada faktor aktivitas penglihatan dan lisan (55,81% dalam kategori "Baik") dan keterlibatan terendah pada aktivitas emosional (37,21% dalam kategori "Kurang Baik"). Temuan ini menekankan pentingnya upaya peningkatan motivasi emosional melalui pendekatan yang lebih interaktif dan mendukung, seperti umpan balik positif dan kegiatan kolaboratif. Disarankan agar guru PJOK mengoptimalkan pembelajaran blended untuk meningkatkan keterlibatan siswa secara kognitif, emosional, dan fisik dalam era pascapandemi. Student Engagement Levels in Post-COVID-19 Physical Education, Sports, and Health (PJOK) Learning at Al-Ikhlashiyah Islamic Middle School Abstract The COVID-19 pandemic significantly impacted student engagement in Physical Education, Sports, and Health (PJOK) classes, particularly affecting emotional aspects. This study aims to measure the engagement levels of 8th-grade students at Al-Ikhlashiyah Islamic Middle School post-pandemic. Using a survey method with a closed questionnaire, the study involved 86 students as a total sample. Results show that 41.86% of students fall into the "Fairly Good" category, with the highest engagement in visual and verbal activities (55.81% in the "Good" category) and the lowest in emotional activities (37.21% in the "Poor" category). These findings emphasize the need to improve emotional motivation through more interactive and supportive approaches, such as positive feedback and collaborative activities. PJOK teachers are recommended to optimize blended learning to enhance students' cognitive, emotional, and physical engagement in the post-pandemic era.
An Analysis of Rapid Reading Skills among Non-Indonesian Language Students at the Faculty of Sports Science and Community Health, Mandalika University of Education Supriadin, Supriadin; Salabi, Muhamad
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 11, No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Januari)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v11i1.8294

Abstract

This study aims to analyze the rapid reading skills of non-Indonesian language majors and the factors influencing them. Employing a quantitative descriptive approach, this research sampled 35 students. Data collection techniques included observation, testing, and documentation. Participants read a 500-word passage, and their reading speed was recorded and timed using a stopwatch. Data analysis utilized the KEM formula. Results showed varied reading skills among students: 15 (42.9%) demonstrated fast reading (337.07 words per minute), 12 (34.3%) moderate (122.44 wpm), and 8 (22.9%) slow (107.52 wpm). Internal and external factors significantly influenced reading speed."
Increasing Public Awareness About The Importance Of Maintaining The Cleanliness Of Loang Baloq Beach, Mataram Supriadin, Supriadin; syahrir, syahrir; Syarifoeddin, Elya Wibawa; Ikhsan, Muhamad; Salabi, Muhamad
Abdi Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Abdi Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/abdi.v7i1.9077

Abstract

Pantai merupakan salah satu aset wisata yang penting, namun seringkali terancam oleh masalah kebersihan. Sampah yang dibuang sembarangan, baik oleh masyarakat lokal maupun wisatawan, dapat mencemari lingkungan, merusak ekosistem, dan mengurangi daya tarik pantai. Oleh karena itu, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan pantai menjadi krusial. Tujuan dari upaya ini adalah untuk mengubah perilaku masyarakat agar lebih bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan pantai, serta mendorong partisipasi aktif dalam menjaga kelestarian pantai. Metode yang dapat digunakan meliputi edukasi melalui kampanye, dan kegiatan bersih-bersih pantai yang melibatkan masyarakat dan  generasi muda. Hasil yang diharapkan adalah terciptanya pantai yang bersih, indah, dan lestari, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan sektor pariwisata.   
Pemetaan Kompetensi Pedagogik Guru Pemula pada Implementasi Kurikulum Merdeka: Studi Kualitatif Multi-Kasus di Sekolah Dasar Muhammad Salabi; Lalu Ibrohim Burhan
CENDEKIA : Jurnal Pendidikan Terintegrasi Vol. 1 No. 3 (2025): Transformasi Pendidikan Inklusif Berbasis Kearifan Lokal dan Digitalisasi Pembe
Publisher : PT. LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/cendekia.bj5k0y46

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut guru pemula untuk mengembangkan kompetensi pedagogik yang adaptif, namun penelitian sebelumnya lebih menitikberatkan pada kesiapan mengajar secara umum tanpa menelaah bagaimana kompetensi tersebut terwujud dalam praktik diferensiasi dan asesmen formatif. Kesenjangan ini menunjukkan perlunya kajian empiris yang menilai secara langsung kemampuan guru pemula dalam merespons tuntutan kurikulum baru. Penelitian ini bertujuan menganalisis kompetensi pedagogik guru pemula pada implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif multi-kasus di tiga sekolah dasar, melibatkan enam guru pemula, dengan pengumpulan data melalui observasi kelas, analisis 18 dokumen pembelajaran, dan wawancara mendalam. Analisis dilakukan menggunakan thematic cross-case analysis berbantu perangkat lunak NVivo. Hasil menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik berada pada kategori berkembang, dengan ketidakkonsistenan pada keselarasan tujuan pembelajaran dengan Capaian Pembelajaran, keterbatasan diferensiasi (15–45 persen), dan variasi asesmen formatif yang belum sistematis. Guru pemula juga menunjukkan kebutuhan tinggi terhadap dukungan profesional. Studi ini menegaskan bahwa integrasi komponen Pedagogical Content Knowledge belum stabil pada guru pemula, dan dukungan belajar dewasa diperlukan untuk mempercepat pembentukan identitas profesional mereka. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis mengenai operasionalisasi PCK dalam konteks kurikulum fleksibel, serta kontribusi praktis bagi pengembangan program induksi, pelatihan diferensiasi, dan desain asesmen formatif dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Abstract Implementing the Merdeka Curriculum requires novice teachers to exercise adaptive pedagogical competence. Yet prior studies have predominantly focused on general teaching readiness, without examining how this competence is enacted through differentiation and formative assessment practices. This gap underscores the need for empirical investigation into how novice teachers respond to the technical demands of the new curriculum. This study aimed to analyse novice teachers' pedagogical competence in implementing the Merdeka Curriculum in primary schools. A multi-case qualitative design was applied across three primary schools, involving six novice teachers, with data collected through classroom observations, analysis of 18 instructional documents, and in-depth interviews. The data were analysed using thematic cross-case analysis supported by NVivo. Findings indicated that pedagogical competence was developing but inconsistent, particularly in the alignment of instructional goals with learning outcomes, the limited presence of differentiation (15–45 percent), and uneven formative assessment practices. Novice teachers also demonstrated a high need for professional support. The study shows that components of Pedagogical Content Knowledge are not yet fully integrated among novice teachers, and adult-learning–oriented professional support is essential to strengthen their emerging professional identities. These findings contribute theoretically by refining the operationalisation of PCK within a flexible curriculum context, and practically by informing induction programmes, differentiation training, and the design of formative assessment for the Merdeka Curriculum implementation.