Penelitian ini menjawab hipotesis bahwa latihan audio visual dan latihan imagery berpengaruh terhadap peningkatan passing bawah bola voli pada pemain Klub Ranggagata Tahun 2023. Masalah utama penelitian adalah rendahnya akurasi passing bawah pemain pemula dan keterbatasan variasi metode latihan yang membantu atlet memahami pola gerak secara visual, kinestetik, dan mental. Penelitian menggunakan rancangan eksperimen two group pretest-posttest design dengan 20 pemain sebagai subjek studi populasi, dibagi menjadi kelompok audio visual (n = 10) dan kelompok imagery (n = 10). Perlakuan diberikan selama enam minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu, sehingga total terdapat 18 sesi latihan. Instrumen penelitian berupa tes passing bawah selama 60 detik dengan norma penilaian keterampilan bola voli. Data dianalisis menggunakan uji t sampel sejenis pada taraf signifikansi 5%. Hasil menunjukkan bahwa kelompok audio visual meningkat dari rerata skor mentah 27,10 menjadi 39,80, dengan nilai t-hitung 4,393 lebih besar daripada t-tabel 1,833. Kelompok imagery meningkat dari rerata skor mentah 23,00 menjadi 37,60, dengan nilai t-hitung 4,120 lebih besar daripada t-tabel 1,833. Temuan ini menegaskan bahwa kedua bentuk latihan dapat meningkatkan kemampuan passing bawah, tetapi audio visual memberi keuntungan tambahan melalui demonstrasi gerak yang konkret, sedangkan imagery memperkuat representasi mental dan kontrol perhatian sebelum pelaksanaan gerak. Penelitian ini merekomendasikan integrasi latihan video-demonstrasi dan imagery dalam program teknik dasar bola voli, khususnya untuk atlet pemula. Kata Kunci: audio visual, imagery, passing bawah, bola voli, latihan teknik
Copyrights © 2024