Penelitian ini menjawab hipotesis bahwa latihan simulasi tanding berpengaruh positif terhadap peningkatan konsentrasi atlet pencak silat. Latar belakang penelitian berangkat dari kebutuhan atlet PSHT Ranting Praya, Cabang Lombok Tengah, untuk mempertahankan fokus, mengelola emosi, membaca serangan lawan, dan mengambil keputusan cepat pada situasi pertandingan. Konsentrasi dipandang sebagai prasyarat performa karena pencak silat kategori tanding berlangsung cepat, penuh tekanan, dan menuntut respons yang akurat terhadap stimulus gerak lawan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Sampel terdiri atas 15 atlet PSHT Praya yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan keaktifan latihan, pengalaman minimal satu tahun, kondisi fisik dan mental sehat, serta kesediaan mengikuti program. Perlakuan berupa latihan simulasi tanding dilaksanakan selama empat minggu, tiga kali per minggu, dengan struktur pemanasan, latihan teknik, simulasi tanding, pendinginan, dan evaluasi. Instrumen penelitian berupa angket konsentrasi berskala Likert yang mencakup fokus tugas, kemampuan menghindari distraksi, kontrol emosi, dan kecepatan pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukkan kenaikan rata-rata skor konsentrasi dari 122,60 pada pre-test menjadi 139,33 pada post-test, dengan selisih 16,73 poin. Sebanyak 14 dari 15 atlet mengalami peningkatan skor. Uji t berpasangan menunjukkan t-hitung 3,48 lebih besar daripada t-tabel 2,145 pada taraf signifikansi 0,05. Temuan ini menegaskan bahwa latihan simulasi tanding efektif sebagai strategi latihan mental-kognitif berbasis situasi nyata untuk meningkatkan konsentrasi atlet pencak silat. Kata Kunci: Simulasi tanding, konsentrasi, pencak silat, PSHT, psikologi olahraga.
Copyrights © 2025