Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan praktis dan kultural dalam pendidikan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan mengimplementasikan Program Workshop Noken Intensif di SMP Negeri 1 Wanggar. Noken, warisan budaya Papua yang diakui UNESCO, mengandung nilai filosofis mendalam namun menghadapi tantangan dalam internalisasi nilai dan keterampilan pembuatannya di kurikulum formal yang terbatas. Intervensi ini menggunakan desain program workshop intensif selama 10 hari kerja yang mengadopsi pendekatan Community Project, melibatkan 50 siswa kelas VII dan Komunitas Pengrajin Noken lokal sebagai fasilitator. Metode evaluasi yang digunakan adalah Deskriptif Kualitatif, dengan teknik pengumpulan data utama berupa observasi partisipatif dan wawancara mendalam, berfokus pada kelayakan program, penguatan identitas budaya, dan penumbuhan inisiatif kewirausahaan. Hasil menunjukkan bahwa program ini sangat layak dan efektif secara kualitatif. Dalam aspek penguatan identitas budaya, terjadi perubahan perspektif siswa dari Noken sebagai objek statis menjadi simbol nilai diri dan internalisasi nilai karakter seperti kesabaran dan gotong royong, yang dibuktikan dengan tingginya antusiasme pada sesi filosofi dan praktik hands-on. Dalam aspek penumbuhan inisiatif kewirausahaan, siswa menunjukkan kreativitas dalam mengusulkan ide inovasi produk (seperti aksesoris modern) dan menguasai kemampuan dasar dalam analisis biaya produksi serta mini-pitching promosi. Kolaborasi otentik dengan Komunitas Pengrajin terbukti menjadi katalisator utama keberhasilan. Program ini direkomendasikan sebagai model ekstrakurikuler berbasis kearifan lokal yang berkelanjutan untuk mengisi kekosongan pembelajaran keterampilan terapan.
Copyrights © 2026