Status gizi balita merupakan salah satu indikator kesehatan yang paling sensitif untuk menentukan derajat kesehatan anak. Gizi yang optimal sangat penting untuk pertumbuhan normal serta perkembangan fisik dan kecerdasan anak. Masalah gizi di Indonesia masih sangat kompleks dan perlu mendapat perhatian yang lebih serius dari pemerintah. Data terakhir pada tahun 2024 laporan SSGI menunjukkan prevalensi kasus stunting di Kotamobagu sebanyak 23,1%, underweight sebanyak 16,1%, dan wasting sebanyak 5,4%. Pengetahuan ibu sangat mempengaruhi perilaku ibu dalam memilih bahan makanan yang tidak benar. Ibu seringkali memberikan makanan dengan jumlah makanan yang tidak cukup dan kurangnya keanekaragaman makanan, sehingga anak cepat bosan dan tidak mau makan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu tentang pemenuhan gizi seimbang melalui isi piringku berbasis pangan lokal sebagai upaya pencegahan stunting. Metode pelaksanaan meliputi tahap perencanaan, persiapan, dan pelaksanaan yang dilakukan secara partisipatif bersama pemerintah kelurahan dan masyarakat setempat. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan ibu setelah diberikan intervensi yang artinya perilaku positif ibu tentang pemenuhan gizi seimbang melalui isi piringku berbasis pangan lokal sebagai upaya pencegahan stunting menjadi baik. Program ini diharapkan gizi seimbang harian anak yang berbasis pangan lokal terpenuhi dengan baik sehingga berimplikasi pada penurunan stunting.
Copyrights © 2026