Abstract. This article examines Hari Raya Enam in Ujung Pasir Village as a medium of da’wah rooted in local wisdom and practiced as contextual religious communication. The study uses Asmuni Syukir’s theory of culture-based da’wah media, which emphasizes integrating Islamic values into local cultural forms accepted by society. This research is a qualitative field study in which the researcher directly engaged with the community through observation, participation, and dialogue to understand the meanings, practices, and social dynamics of the tradition. The findings show that Hari Raya Enam functions as an effective medium of da’wah because it conveys messages of faith, worship, and social harmony. Da’wah is delivered through cultural activities, allowing participants to receive religious values naturally without feeling lectured or pressured. Through active involvement in the celebration, community members indirectly become recipients of da’wah messages. Therefore, Hari Raya Enam can be regarded as a practical and relevant form of da’wah media that strengthens both religious values and community solidarity in local society. Abstrak. Artikel ini mengkaji Hari Raya Enam di Desa Ujung Pasir sebagai media dakwah yang berakar pada kearifan lokal dan dipraktikkan sebagai komunikasi keagamaan yang kontekstual. Penelitian ini menggunakan teori media dakwah berbasis budaya Asmuni Syukir, yang menekankan integrasi nilai-nilai Islam ke dalam bentuk budaya lokal yang diterima masyarakat. Penelitian ini merupakan studi lapangan kualitatif, di mana peneliti terlibat langsung dengan masyarakat melalui observasi, partisipasi, dan dialog untuk memahami makna, praktik, serta dinamika sosial tradisi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hari Raya Enam berfungsi sebagai media dakwah yang efektif karena menyampaikan pesan-pesan keimanan, ibadah, dan keharmonisan sosial. Dakwah disampaikan melalui kegiatan budaya sehingga peserta menerima nilai-nilai keagamaan secara alami tanpa merasa diceramahi atau ditekan. Melalui keterlibatan aktif dalam perayaan, masyarakat secara tidak langsung menjadi penerima pesan dakwah. Oleh karena itu, Hari Raya Enam dapat dipandang sebagai bentuk media dakwah yang praktis dan relevan dalam memperkuat nilai keagamaan serta solidaritas masyarakat lokal.
Copyrights © 2026