Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Digital Supply Chain terhadap Kinerja Operasional dengan Supply Chain Agility sebagai variabel mediasi pada gerai Mie Gacoan di seluruh Indonesia. Di tengah ekspansi bisnis kuliner yang masif, integrasi teknologi dan ketangkasan rantai pasok menjadi kunci dalam menjaga standarisasi layanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei eksplanatori. Populasi penelitian mencakup 280 gerai Mie Gacoan secara nasional, dengan sampel sebanyak 165 manajer gerai yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Digital Supply Chain berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Operasional baik secara langsung maupun tidak langsung. Selain itu, Supply Chain Agility terbukti berperan sebagai mediator parsial yang memperkuat dampak teknologi digital terhadap efisiensi operasional. Model ini memiliki kekuatan prediksi sebesar 74,2%, yang mengindikasikan bahwa kombinasi sistem digital yang terintegrasi dan ketangkasan manajerial dalam merespons data mampu meminimalkan lead time dan sisa bahan baku secara konsisten di seluruh Indonesia. Temuan ini menegaskan pentingnya sinkronisasi antara investasi teknologi dan kapabilitas responsif organisasi dalam mencapai keunggulan kompetitif di industri food and beverage.
Copyrights © 2026