Penelitian ini bertujuan membandingkan tingkat akurasi metode Moving Average dan Exponential Smoothing dalam peramalan penjualan teh pada PT Perkebunan Nusantara III (Persero). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deret waktu (time series) berdasarkan data sekunder penjualan teh tahunan periode 2017–2024. Peramalan dilakukan menggunakan metode Moving Average dan Single Exponential Smoothing, sedangkan akurasi diukur menggunakan Mean Absolute Deviation (MAD), Mean Squared Error (MSE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Pengolahan data menggunakan perangkat lunak POM-QM for Windows versi 5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode dapat digunakan untuk peramalan berdasarkan data historis. Metode Moving Average periode 4 menghasilkan kesalahan paling rendah, yaitu MAD sebesar 35.925,06, MSE sebesar 1.964.862.000, dan MAPE sebesar 4,149%. Sementara itu, Exponential Smoothing dengan α = 0,3 menghasilkan MAD sebesar 50.724,19, MSE sebesar 3.523.359.000, dan MAPE sebesar 5,851%. Hasil ini menunjukkan bahwa Moving Average periode 4 memiliki tingkat akurasi yang lebih baik. Temuan ini menunjukkan bahwa pemilihan metode peramalan perlu disesuaikan dengan karakteristik data, khususnya pada data yang berfluktuasi tanpa tren yang kuat. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam perencanaan produksi dan pengendalian persediaan.
Copyrights © 2026