Perkembangan teknologi dan media sosial telah mengubah cara remaja mengakses informasi dan hiburan, salah satunya melalui platform TikTok. Popularitas TikTok di kalangan remaja menimbulkan pertanyaan mengenai pengaruhnya terhadap perilaku moral, apakah menjadi ancaman atau justru peluang bagi pembentukan karakter generasi bangsa. Latar belakang masalah ini penting mengingat remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap pengaruh lingkungan digital dan sedang membentuk identitas serta nilai moral. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menggali secara mendalam pengalaman dan perilaku remaja dalam menggunakan TikTok. Subjek penelitian terdiri dari 50 remaja berusia 15–19 tahun yang aktif menggunakan TikTok. Teknik pengumpulan data meliputi observasi penggunaan TikTok, wawancara mendalam, dan dokumentasi interaksi remaja dengan konten di platform tersebut. Data dianalisis secara deskriptif dan kritis untuk memahami pola penggunaan, jenis konten yang dikonsumsi, serta pengaruhnya terhadap perilaku moral remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja menggunakan TikTok secara intensif, dengan durasi menonton rata-rata 2–3 jam per hari, dan lebih banyak menonton konten hiburan dan tantangan viral dibandingkan konten edukatif atau motivatif. Konsumsi konten hiburan berpotensi menimbulkan ancaman moral, seperti perilaku meniru yang tidak sesuai norma, normalisasi perilaku berisiko, dan pembentukan persepsi sosial yang menyimpang. Sebaliknya, konten edukatif dan motivatif mendorong kreativitas, disiplin belajar, dan kepedulian sosial, sehingga memiliki dampak positif terhadap perkembangan moral remaja. Penelitian ini menegaskan bahwa TikTok memiliki pengaruh dualistik, yang dapat menjadi ancaman sekaligus peluang, tergantung pada jenis konten, durasi penggunaan, dan literasi digital remaja.
Copyrights © 2026