Job demands menjadi fenomena yang sering dialami oleh karyawan, khususnya karyawan nonmedis yang dihadapkan pada tuntutan pekerjaan yang tinggi dan kompleks. Salah satu dampak dari job demands yang berlebihan yaitu munculnya stres kerja yang dapat memengaruhi kesejahteraan fisik maupun psikologis karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh job demands terhadap stres kerja pada pegawai nonmedis di RSUD dr. Agoesdjam Ketapang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik non probability sampling yaitu purposive sampling pada 70 pegawai nonmedis RSUD dr. Agoesdjam Ketapang. Alat ukur yang digunakan adalah skala psikologi dengan skala Likert untuk mengukur variabel job demands dan stres kerja. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear sederhana untuk menguji pengaruh antara kedua variabel. Berdasarkan hasil output diperoleh nilai F hitung = 151.267 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 0,05, maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi variabel stres kerja. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif antara job demands terhadap stres kerja, yang ditunjukkan dengan nilai korelasi R sebesar 0,831 dan nilai persentase R square sebesar 0,690. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa job demands memiliki pengaruh terhadap stres kerja sebesar 69 %, sedangkan 31% dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel job demands.
Copyrights © 2026