Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGARUH JOB DEMANDS TERHADAP STRES KERJA PADA KARYAWAN NONMEDIS RSUD DR AGOESDJAM KETAPANG Dhitia Utami; Rizki Fitlya; Nur Kur’ani
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 5 (2026): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i5.2026.1011-1016

Abstract

Job demands menjadi fenomena yang sering dialami oleh karyawan, khususnya karyawan nonmedis yang dihadapkan pada tuntutan pekerjaan yang tinggi dan kompleks. Salah satu dampak dari job demands yang berlebihan yaitu munculnya stres kerja yang dapat memengaruhi kesejahteraan fisik maupun psikologis karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh job demands terhadap stres kerja pada pegawai nonmedis di RSUD dr. Agoesdjam Ketapang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik non probability sampling yaitu purposive sampling pada 70 pegawai nonmedis RSUD dr. Agoesdjam Ketapang. Alat ukur yang digunakan adalah skala psikologi dengan skala Likert untuk mengukur variabel job demands dan stres kerja. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear sederhana untuk menguji pengaruh antara kedua variabel. Berdasarkan hasil output diperoleh nilai F hitung = 151.267 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 0,05, maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi variabel stres kerja. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif antara job demands terhadap stres kerja, yang ditunjukkan dengan nilai korelasi R sebesar 0,831 dan nilai persentase R square sebesar 0,690. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa job demands memiliki pengaruh terhadap stres kerja sebesar 69 %, sedangkan 31% dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel job demands.
HUBUNGAN KESEPIAN DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LANSIA YANG TIDAK MEMILIKI PASANGAN DI KECAMATAN PONTIANAK TENGGARA Carolus Ensoh; Sri Nugroho Jati; Nur Kur’ani
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 5 (2026): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i5.2026.1045-1049

Abstract

Kualitas hidup lansia seringkali menurun seiring dengan munculnya perasaan kesepian akibat berkurangnya dukungan sosial dan kesehatan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara tingkat kesepian dengan kualitas hidup pada lansia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis korelasi Product Moment Pearson. Subjek penelitian terdiri dari 52 lansia berusia minimal 60 tahun yang tidak memiliki pasangan di Kecamatan Pontianak Tenggara. Data dikumpulkan menggunakan dua alat ukur utama: Skala Kualitas Hidup dan Skala Kesepian. Hasil analisis data menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kesepian dan kualitas hidup dengan koefisien korelasi sebesar -0,797 dan nilai signifikansi 0,000 (p 0,01). Hal ini berarti semakin tinggi tingkat kesepian yang dirasakan, maka semakin rendah kualitas hidup lansia, dan sebaliknya. Variabel kesepian memberikan kontribusi sebesar 63,5% terhadap kualitas hidup. Secara deskriptif, mayoritas subjek memiliki tingkat kesepian yang tergolong rendah (50%) dan kualitas hidup yang tergolong tinggi (65,4%).
Pengaruh Quarter Life Crisis Terhadap Kecemasan Pada Fresh Graduate di Kota Pontianak Recika Aurelia; Sri Nugroho Jati; Nur Kur’ani
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 19 No. 2 (2025): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/20xr0a86

Abstract

Fenomena quarter life crisis menjadi isu psikologis yang semakin nyata di kalangan dewasa awal, khususnya para fresh graduate yang sedang menghadapi transisi besar dari dunia pendidikan ke dunia kerja. Pada fase ini, individu rentan mengalami kebingungan akan arah hidup, tekanan sosial, dan kecemasan terhadap masa depan. Data dari Centers for Disease Control and Prevention (2021) menunjukkan bahwa 42% dewasa awal di Amerika Serikat berusia 18–24 tahun mengalami gejala kecemasan atau depresi, dipicu oleh tekanan pekerjaan, ketidakpastian ekonomi, serta tantangan dalam kehidupan sosial. Fakta ini mencerminkan situasi serupa yang terjadi secara lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh quarter life crisis terhadap kecemasan pada fresh graduate di Kota Pontianak. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling, yang melibatkan 110 responden fresh graduate berusia 20–25 tahun. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala quarter life crisis berdasarkan teori Robbins & Wilner dan skala kecemasan dari Deffenbacher & Hazeleus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh quarter life crisis terhadap kecemasan, mayoritas responden yang mengalami quarter life crisis dalam kategori sedang (67,3%) dan kecemasan dalam kategori sedang (74,5%). Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,623, dan nilai F sebesar 4.535, yang menunjukkan bahwa quarter life crisis memberikan pengaruh sebesar 62,3% terhadap kecemasan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara quarter life crisis terhadap kecemasan pada fresh graduate di Kota Pontianak.
HUBUNGAN ORIENTASI MASA DEPAN TERHADAP QUARTER LIFE CRISIS PADA MAHASISWA DI KOTA PONTIANAK Nurhadi Ramadhan; Nur Kur’ani; Widya Lestari
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 12 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i12.2025.%p

Abstract

Mahasiswa berada pada tahap perkembangan dewasa awal yang sarat akan tuntutan seperti menentukan arah karier, membangun kehidupan mandiri, hingga merancang masa depan. Tuntutan tersebut kerap menimbulkan tekanan psikologis yang dikenal sebagai quarter life crisis (QLC), ditandai dengan kecemasan, kebingungan arah hidup, serta rendahnya penilaian terhadap diri. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam menurunkan risiko quarter life crisis (QLC) adalah orientasi masa depan, yaitu kemampuan individu dalam merencanakan dan mempersiapkan masa depannya secara terarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara orientasi masa depan dan quarter life crisis pada mahasiswa di Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian merupakan mahasiswa dari beberapa universitas di Pontianak yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala orientasi masa depan dan skala quarter life crisis. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Pearson Product Moment.Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara orientasi masa depan dan quarter life crisis (r = -0,919; p 0,05). Artinya, semakin tinggi orientasi masa depan seseorang, maka semakin rendah kecenderungannya mengalami krisis seperempat abad. Orientasi masa depan memberikan kontribusi sebesar 84,4% terhadap variasi quarter life crisis, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Temuan ini menunjukkan pentingnya memperkuat orientasi masa depan dalam upaya pencegahan quarter life crisis pada mahasiswa.
HUBUNGAN KONTROL DIRI DENGAN PERILAKU JUDI ONLINE PADA MAHASISWA DI KOTA PONTIANAK Utin Nur Asifa; Riszky Ramadhan; Nur Kur’ani
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 11 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i11.2025.4362-4370

Abstract

Kemajuan teknologi yang pesat telah mempermudah akses masyarakat terhadap internet, termasuk mahasiswa, yang kemudian menimbulkan fenomena perilaku berisiko seperti judi online. Judi online dapat berdampak negatif secara finansial, psikologis, dan sosial pada mahasiswa yang sedang berada dalam fase transisi perkembangan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kontrol diri dengan perilaku judi online pada mahasiswa di Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik non-probability sampling dengan melibatkan 70 responden mahasiswa yang bermain judi online. Instrumen penelitian berupa dua skala psikologi, yaitu skala kontrol diri dan skala perilaku judi online. Hasil analisis data menunjukkan nilai signifikansi (p = 0,001 0,05) yang berarti terdapat hubungan signifikan antara kontrol diri dengan perilaku judi online. Nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,433 yang menunjukkan arah hubungan postitif searah, artinya semakin tinggi kontrol diri mahasiswa maka semakin tinggi perilaku judi online, dan sebaliknya. Koefisien determinasi kontrol diri terhadap perilaku judi online sebesar 18,7%, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain. Penelitian ini mengindikasikan bahwa kontrol diri yang tinggi pada mahasiswa justru disertai dengan kecenderungan untuk tetap melakukan perilaku judi online
KESEPIAN PADA MAHASISWA RANTAU DITINJAU DARI KEBUTUHAN BERAFILIASI DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK Dhuratun Tariyah; Nur Kur’ani; Risna Hayati
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 11 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i11.2025.4264-4270

Abstract

Demi mendapatkan pendidikan terbaik, mahasiswa rela merantau ke luar daerah tempat mereka tinggal. Merantau menyebabkan individu jauh dari keluarga dan perubahan tersebut berpotensi menyebabkan kesepian. Pentingnya membina hubungan yang baik dengan orang lain atau berafiliasi di tempat merantau agar tidak merasa kesepian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kebutuhan berafiliasi dengan kesepian pada mahasiswa rantau. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa rantau di Universitas Muhammadiyah Pontianak yang berusia 18-25 tahun dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan subjek berjumlah 120 orang. Instrumen yang digunakan adalah skala kebutuhan berafiliasi dan skala kesepian. Analisis data menggunakan product moment pearson. Hasil analisis data memperoleh koefisien korelasi sebesar -0,620 dengan nilai signifikan 0,0000,05 yang menunjukkan terdapat hubungan negatif antara kebutuhan berafiliasi dengan kesepian pada mahasiswa rantau di Universitas Muhammadiyah Pontianak.
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI TERHADAP KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA MAHASISWA DI KOTA PONTIANAK Nasya Aulia Putri; Riszky Ramadhan; Nur Kur’ani
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 11 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i11.2025.4371-4377

Abstract

Kemajuan teknologi yang pesat telah mempermudah akses masyarakat terhadap internet, termasuk mahasiswa, yang kemudian menimbulkan fenomena perilaku berisiko seperti judi online. Judi online dapat berdampak negatif secara finansial, psikologis, dan sosial pada mahasiswa yang sedang berada dalam fase transisi perkembangan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kontrol diri dengan perilaku judi online pada mahasiswa di Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik non-probability sampling dengan melibatkan 70 responden mahasiswa yang bermain judi online. Instrumen penelitian berupa dua skala psikologi, yaitu skala kontrol diri dan skala perilaku judi online. Hasil analisis data menunjukkan nilai signifikansi (p = 0,001 0,05) yang berarti terdapat hubungan signifikan antara kontrol diri dengan perilaku judi online. Nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,433 yang menunjukkan arah hubungan postitif searah, artinya semakin tinggi kontrol diri mahasiswa maka semakin tinggi perilaku judi online, dan sebaliknya. Koefisien determinasi kontrol diri terhadap perilaku judi online sebesar 18,7%, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain. Penelitian ini mengindikasikan bahwa kontrol diri yang tinggi pada mahasiswa justru disertai dengan kecenderungan untuk tetap melakukan perilaku judi online
DAMPAK POLA ASUH DEMOKRATIS SINGLE PARENT TERHADAP PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL ANAK DI MAN 1 KOTA PONTIANAK Dwi Tysna Duta Prasetyo; Nur Kur’ani; Riszky Ramadhan
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i1.8117

Abstract

This research is motivated by the significance of parenting styles in shaping children's psychosocial development, particularly within single-parent families, which frequently contend with emotional, social, and economic challenges. This research focuses on identifying the influence of democratic parenting styles employed by single parents on the psychosocial development of students at MAN 1 Pontianak City. The research employed a quantitative methodology, encompassing instrument development, validity and reliability testing, data collection via questionnaires, and statistical analysis. The statistical analysis included descriptive statistics, normality testing, linearity testing, and simple linear regression. The research sample comprised 32 students raised by single parents. The research findings indicate that the data exhibit a normal distribution and demonstrate a linear relationship between democratic parenting styles and children's psychosocial development. Regression analysis yielded a R value of 0.673 and an R-squared value of 0.453. This indicates that democratic parenting contributes 45.3% to children's psychosocial development, with the remaining variance attributed to other factors. The positive regression coefficient (0.347) and a significance value of 0.000 suggest a positive and significant relationship between the two variables. Consequently, a democratic parenting style has been shown to play a significant role in fostering self-esteem, self-control, social competence, and emotional stability in children of single parents. These findings underscore that a nurturing, communicative parenting style, coupled with clearly defined boundaries, can serve as a protective factor in child development within non-traditional family structures. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pola asuh dalam membentuk perkembangan psikososial anak, terutama pada keluarga single parent yang sering menghadapi masalah emosional, sosial, dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bagaimana pola asuh demokratis orang tua tunggal berdampak pada perkembangan psikososial siswa di MAN 1 Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, yang mencakup pembuatan instrumen, pengujian validitas dan reliabilitas, pengumpulan data melalui kuesioner, dan analisis statistik, yang mencakup uji normalitas, uji linieritas, uji regresi linier sederhana, dan uji deskriptif. Grup penelitian terdiri dari 32 siswa yang diasuh oleh satu orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang linier antara pola asuh demokratis dan perkembangan psikososial anak. Data juga berdistribusi normal. Ada koefisien regresi positif (0,347) dan nilai signifikansi 0,000, yang menunjukkan bahwa kedua variabel memiliki pengaruh positif dan signifikan satu sama lain. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa pola asuh demokratis memberikan kontribusi sebesar 45,3% terhadap perkembangan psikososial anak, dengan nilai R = 0,673 dan R Square = 0,453. Oleh karena itu, pola asuh demokratis telah ditunjukkan untuk meningkatkan kepercayaan diri, kontrol diri, kemampuan sosial, dan stabilitas emosional anak-anak yang dibesarkan oleh satu orang tua. Menurut temuan ini, pola asuh yang ramah, komunikatif, dan memberi batasan yang jelas dapat membantu perkembangan anak dalam keluarga yang tidak lengkap.