Kualitas hidup lansia seringkali menurun seiring dengan munculnya perasaan kesepian akibat berkurangnya dukungan sosial dan kesehatan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara tingkat kesepian dengan kualitas hidup pada lansia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis korelasi Product Moment Pearson. Subjek penelitian terdiri dari 52 lansia berusia minimal 60 tahun yang tidak memiliki pasangan di Kecamatan Pontianak Tenggara. Data dikumpulkan menggunakan dua alat ukur utama: Skala Kualitas Hidup dan Skala Kesepian. Hasil analisis data menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kesepian dan kualitas hidup dengan koefisien korelasi sebesar -0,797 dan nilai signifikansi 0,000 (p 0,01). Hal ini berarti semakin tinggi tingkat kesepian yang dirasakan, maka semakin rendah kualitas hidup lansia, dan sebaliknya. Variabel kesepian memberikan kontribusi sebesar 63,5% terhadap kualitas hidup. Secara deskriptif, mayoritas subjek memiliki tingkat kesepian yang tergolong rendah (50%) dan kualitas hidup yang tergolong tinggi (65,4%).
Copyrights © 2026