Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan menganalisis kebutuhan pengembangan kompetensi eco-resilience calon guru sekolah dasar di wilayah pesisir perbatasan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain needs analysis, penelitian dilakukan terhadap 24 mahasiswa Program Studi PGSD PSDKU Kabupaten Maluku Barat Daya, Universitas Pattimura. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah (focus group discussion), dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik dengan teknik triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi eco-resilience calon guru belum berkembang secara optimal pada ketiga dimensinya. Pada dimensi kognitif, pemahaman ekologis masih bersifat umum dan belum terhubung dengan realitas sosial-ekologis lokal. Pada dimensi afektif, sikap pro-lingkungan yang positif belum diikuti oleh kepercayaan diri dan kesiapan implementatif. Dimensi pedagogis menjadi aspek paling lemah, ditandai dengan penerapan model Project-Based Learning dan Problem-Based Learning yang masih prosedural dan belum berorientasi pada penguatan ketahanan ekologis secara nyata. Kearifan lokal masyarakat pesisir juga belum diintegrasikan secara optimal dalam pendidikan calon guru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat kesenjangan signifikan antara tuntutan pendidikan berkelanjutan di wilayah pesisir perbatasan dan kesiapan aktual calon guru, sehingga pengembangan kompetensi eco-resilience perlu dilakukan secara holistik melalui integrasi kurikulum yang eksplisit, penguatan pembelajaran kontekstual berbasis etnopedagogi, serta pendampingan pedagogis yang berorientasi keberlanjutan.
Copyrights © 2026