Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pola komunikasi siswa di SMA Negeri 5 Makassar di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan kuesioner Skala Likert untuk mengumpulkan data dari 22 partisipan. Menurut temuan penelitian, pola komunikasi siswa termasuk dalam kategori cukup baik/sedang, dengan skor rata-rata 65%. Media sosial merupakan alat utama untuk memperoleh informasi, sedangkan komunikasi informal lebih efektif dalam membina keakraban antar siswa. Meskipun demikian, komunikasi formal masih memiliki masalah seperti miskomunikasi dalam kerja kelompok dan kurangnya kepercayaan diri siswa saat berbicara dengan guru. Akibatnya, peningkatan keterampilan komunikasi formal diperlukan untuk mendorong pembelajaran yang efektif di era digital.
Copyrights © 2026