Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan keterampilan passing bawah bola voli di SD Negeri 1 Sanguwatang. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental dengan desain pre-test post-test control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 1 Sanguwatang yang berjumlah 34 siswa, dengan sampel 32 siswa yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (n=16) yang mendapatkan pembelajaran dengan model PBL, dan kelompok kontrol (n=16) yang mendapatkan pembelajaran PJOK konvensional. Perlakuan diberikan selama 8 minggu dengan frekuensi 2 kali per minggu (16 pertemuan). Instrumen penelitian menggunakan rubrik penilaian keterampilan passing bawah bola voli yang mencakup 5 aspek teknik (sikap awal, posisi lengan, perkenaan bola, gerak ayunan lengan, dan sikap akhir) dengan skor maksimal 20 poin, yang telah divalidasi oleh ahli dengan nilai CVI=0,89 dan reliabilitas κ=0,86. Analisis data menggunakan uji t berpasangan dan uji t independen pada taraf signifikansi α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) model PBL berpengaruh sangat signifikan terhadap keterampilan passing bawah bola voli kelompok eksperimen (t=17,362; p=0,000) dengan peningkatan rata-rata 59,46%; (2) terdapat perbedaan gain score yang sangat signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol (t=9,147; p=0,000) dengan ukuran efek Cohen's d=2,87 (sangat besar). Disimpulkan bahwa model pembelajaran PBL secara signifikan lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional dalam meningkatkan keterampilan passing bawah bola voli siswa SD Negeri 1 Sanguwatang.
Copyrights © 2026