Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model Halaqah Digital dalam meningkatkan kualitas pembelajaran tahsin santri di tengah arus transformasi teknologi yang masif. Era digital menuntut lembaga pendidikan Islam untuk beradaptasi tanpa menghilangkan esensi metode talaqqi tradisional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif, di mana data dikumpulkan melalui telaah literatur, jurnal ilmiah, dan dokumen terkait integrasi teknologi dalam pembelajaran Al-Qur’an. Analisis dilakukan dengan menggunakan kerangka Technology Acceptance Model (TAM) untuk melihat sejauh mana kegunaan dan kemudahan teknologi memengaruhi hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Halaqah Digital efektif dalam meningkatkan akurasi makharijul huruf dan ketepatan tajwid santri melalui fitur visualisasi makhraj, rekaman audio untuk evaluasi mandiri (self-correction), dan fleksibilitas interaksi daring. Selain meningkatkan keterampilan teknis, model ini juga menumbuhkan kemandirian belajar dan motivasi intrinsik santri karena relevan dengan gaya hidup digital saat ini. Kesimpulannya, transformasi metode halaqah konvensional ke bentuk digital mampu menjaga keberlanjutan serta mutu pembelajaran tahsin, asalkan didukung oleh infrastruktur digital yang memadai dan literasi teknologi pengajar yang mumpuni.
Copyrights © 2026