Pariwisata merupakan sektor strategis yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, baik pada tataran global maupun nasional. Keberhasilan sektor ini tidak semata ditentukan oleh daya tarik destinasi, melainkan juga oleh kualitas komunikasi antara wisatawan dan pemangku kepentingan pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran bahasa dalam memperkuat pengalaman berwisata, menjembatani komunikasi antarbudaya, serta membangun citra destinasi wisata. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa lokal serta kompetensi komunikasi pemandu wisata memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kepuasan wisatawan. Selain itu, strategi komunikasi berbasis budaya terbukti mampu menciptakan pengalaman wisata yang lebih autentik dan berkesan. Oleh karena itu, penguatan kompetensi linguistik dan komunikasi antarbudaya dalam industri pariwisata menjadi aspek krusial untuk peningkatan mutu layanan sekaligus daya saing destinasi wisata.
Copyrights © 2026