Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya melestarikan lirik lagu tradisional sebagai teks budaya yang menyimpan kekayaan makna kultural, khususnya pada karya musisi legendaris Batak Toba, Nahum Situmorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis makna kultural dalam lirik lagu “Pulo Samosir” melalui perspektif antropolinguistik. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa metode simak bebas libat cakap dan catat. Hasil penelitian menunjukkan adanya empat kategori makna kultural utama: keterikatan mendalam terhadap tanah leluhur, representasi kekayaan alam dan mata pencaharian agraris, peran kuliner tradisional (tuak) dalam interaksi sosial, serta filosofi kematian dan penghormatan leluhur. Simpulannya, lagu ini berfungsi sebagai dokumen kultural yang merekam nilai-nilai filosofis masyarakat Batak Toba. Penelitian ini merekomendasikan integrasi lagu tradisional dalam pembelajaran muatan lokal untuk memperkuat pelestarian budaya daerah.
Copyrights © 2026