Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterlibatan aktif dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) yang disebabkan oleh dominasi metode ceramah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh faktor internal berupa Self-Regulated Learning (SRL) dan faktor eksternal berupa model pembelajaran kooperatif tipe Talking Chips terhadap hasil belajar siswa kelas 3 SDN Seruni 01 Jenggawah semester genap tahun ajaran 2024-2025. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental design) melalui rancangan Non-equivalent Control Group Design. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert untuk mengukur SRL serta tes objektif (pre-test dan post-test) untuk mengukur hasil belajar. Hasil pembahasan secara teoritis dan empiris menunjukkan bahwa integrasi model Talking Chips mampu menjamin keadilan partisipasi bicara siswa dan menghilangkan dominasi individu. Sinergi ini, didukung oleh regulasi diri yang kuat, terbukti menciptakan lingkungan belajar yang demokratis serta meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan dan homogen. Strategi ini efektif dalam mentransformasi nilai-nilai Pancasila dari sekadar hafalan menjadi internalisasi sikap yang nyata melalui kolaborasi kelompok
Copyrights © 2026