Tradisi tepung tawar pada masyarakat Melayu merupakan ritual budaya yang kaya akan makna simbolik yang mencerminkan nilai sosial dan spiritual. Namun, makna simbol-simbol dalam tradisi ini sering kali belum dipahami secara sistematis dalam kerangka analisis ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna simbolik dalam tradisi tepung tawar menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika. Data dikumpulkan melalui studi literatur dan dianalisis dengan mengklasifikasikan unsur-unsur ritual ke dalam kategori tanda Peirce, yaitu ikon, indeks, dan simbol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur-unsur seperti air tepung, beras, dan daun berfungsi sebagai tanda yang memiliki makna tertentu, yaitu kesucian, kemakmuran, keselamatan, dan keberkahan. Makna tersebut terbentuk melalui konvensi budaya dan interpretasi masyarakat Melayu. Kesimpulannya, tradisi tepung tawar tidak hanya sebagai praktik seremonial, tetapi juga sebagai media komunikasi simbolik yang menyampaikan nilai moral, sosial, dan spiritual secara turun-temurun.
Copyrights © 2026