Meningkatnya permintaan minyak goreng berdampak pada tingginya produksi minyak goreng bekas, baik dari rumah tangga maupun industri. Perilaku berulang kali menggunakan minyak goreng bekas berbahaya bagi kesehatan, sedangkan pembuangan yang tidak diolah menyebabkan pencemaran lingkungan. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Wates, Kulon Progo dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat khususnya ibu rumah tangga dalam mengolah minyak jelantah bekas menjadi sabun cuci daur ulang. Metode pengabdian masyarakat ini menggunakan sistem pengolahan limbah memasak bekas berdasarkan kepedulian lingkungan. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara berurutan, yaitu (1) sosialisasi tentang dampak negatif minyak jelantah terhadap kesehatan dan lingkungan, (2) pelatihan pemurnian minyak jelantah dengan arang kayu, (3) pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi sabun daur ulang, 4) penjelasan strategi pengemasan dan pemasaran. Hasil dari kegiatan ini adalah teknik pemurnian minyak goreng yang digunakan, produk sabun cuci daur ulang, serta wawasan pengemasan dan pemasaran. Kegiatan ini juga dapat menunjukkan peningkatan pemahaman dan perubahan perilaku: 21% peserta mengetahui bahwa minyak goreng bekas dapat diolah menjadi sabun, 20% memahami langkah-langkah pembuatannya, 20% berkomitmen untuk tidak sembarangan membuang minyak, 19% tertarik untuk mencoba membuat sabun di rumah, dan 20% siap berbagi ilmu dengan lingkungan sekitar. Program ini terbukti efektif dalam memberdayakan masyarakat, mengurangi pencemaran lingkungan, dan membuka peluang usaha rumah tangga.
Copyrights © 2026