Kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis siswa menjadi salah satu isu penting dalam dunia pendidikan, khususnya pada masa remaja yang ditandai dengan perubahan emosional dan sosial yang cukup kompleks. Banyak siswa mengalami stres akademik, kecemasan menghadapi ujian, serta masalah pertemanan, namun cenderung lebih nyaman berbagi cerita dengan teman sebaya dibandingkan guru atau orang tua. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran konselor sebaya dalam menciptakan iklim sekolah yang peduli dan suportif di SMP Negeri 49 Makassar. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis experiential learning melalui tahapan analisis kebutuhan, pelatihan keterampilan dasar konseling, simulasi praktik, dan pendampingan. Peserta kegiatan berjumlah 25 siswa yang dipilih berdasarkan hasil sosiometri dan rekomendasi guru BK. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan siswa dalam mendengarkan aktif, menunjukkan empati, menjaga kerahasiaan, serta memberikan dukungan emosional kepada teman sebaya. Program ini juga meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya kepedulian sosial dan menciptakan ruang aman bagi siswa untuk berbagi permasalahan. Program konselor sebaya dinilai efektif sebagai strategi preventif dan suportif dalam penguatan layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah. Oleh karena itu, program ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dengan dukungan sekolah dan guru BK.
Copyrights © 2026