Rendahnya hasil belajar matematika dan dominasi metode pembelajaran konvensional menjadi kendala utama dalam memahami konsep pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) terhadap hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental berupa pretest-posttest control group design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menerapkan model CORE dan kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji normalitas, homogenitas, serta uji Independent Sample T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 3,27 lebih besar dibandingkan ttabel sebesar 2,00 pada taraf signifikansi 5%, yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model CORE mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa dalam menghubungkan, mengorganisasi, merefleksikan, dan mengembangkan pemahaman konsep matematika. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran CORE efektif digunakan sebagai alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa sekolah dasar.
Copyrights © 2026