Digitalisasi pengelolaan laboratorium menjadi langkah strategis dalam meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan di pendidikan tinggi, namun pada Laboratorium Program Studi Manajemen Perhotelan Universitas Negeri Padang masih ditemukan permasalahan berupa proses manual yang memerlukan waktu persetujuan 2–3 hari, risiko kehilangan dokumen, serta keterbatasan akses informasi inventaris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi Sistem Laboratorium Pariwisata (SILAPAR) dalam meningkatkan efisiensi dan akurasi pengelolaan laboratorium. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif komparatif dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah implementasi sistem, melalui pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SILAPAR mampu mempercepat waktu persetujuan menjadi kurang dari 24 jam, meningkatkan akurasi inventaris dari ±60% menjadi ±85%, serta mengurangi penggunaan kertas secara signifikan melalui sistem administrasi digital. Temuan ini menunjukkan bahwa implementasi sistem terintegrasi efektif dalam meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kualitas layanan, sekaligus mendukung konsep paperless dalam pengelolaan laboratorium pendidikan vokasi.
Copyrights © 2026