Penelitian ini menganalisis efektivitas program literasi harian "Katua Melali" di SD Negeri 3 Senganan, Tabanan, Bali, untuk meningkatkan keterampilan percaya diri berbicara siswa kelas VI yang sebelumnya mengalami kesulitan berbicara lantaran berbicara tanpa isi serta kurang percaya diri. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi dampak kegiatan Kamis Mesatua berupa penyampaian satua Bali secara bergiliran tanpa teks, sesi diskusi refleksi bertingkat berdasarkan usia, serta peminjaman buku perpustakaan dengan pengisian formulir daring untuk menganalisis unsur intrinsik cerita. Metode kualitatif deskriptif menggunakan analisis wawancara guru dan data rapor pendidikan diterapkan. Hasil menunjukkan peningkatan kemampuan literasi dari 44,83% menjadi 70% pada tahun 2023 dan 85,7% pada tahun 2024, sekaligus perubahan 14 siswa kelas VI (12 putra dan 2 putri) dari kondisi ragu-ragu menjadi tampil ekspresif dengan mimik serta gerak tubuh setelah latihan berulang. Kesimpulan bahwa Katua Melali merupakan model literasi berbasis budaya lokal yang efektif untuk memperkuat keterampilan berbicara siswa SD.
Copyrights © 2026