Riset ini membahas jenis, fungsi, dan makna antonomasia sebagai kritik dan identitas sosial dalam novel Namaku Alam karya Leila S. Chudori. Riset ini, memiliki tujuan untuk memberi sumbangsih terhadap kemajuan pengetahuan di bidang kebahasaan, khususnya dalam kajian stilistika. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan stilistika dan teori semantik. Data deskriptif untuk riset kualitatif terdiri dari kata-kata tertulis dari subjek dalam novel Namaku Alam karya Leila S. Chudori. Dalam riset ini, data deskriptif yang digunakan hanya kata-kata tertulis yang digunakan sebagai gejala berbahasa. Hasil riset ini, menunjukkan bahwa antonomasia dalam novel Namaku Alam karya Leila S. Chudori digunakan untuk merepresentrasikan kritik dan identitas sosial. Antonomasia dalam karya sastra terbentuk berdasarkan gaya kepenulisan pengarang. Simpulan riset ini adalah antonomasia terbagi menjadi dua jenis yakni, kelompok dan persona, serta lima fungsi utama yaitu sebagai label atau identitas diri, julukan, pujian atau sindiran, nama samaran (nama lain), dan estetika atau hiburan.
Copyrights © 2026