Futsal merupakan olahraga dengan intensitas tinggi yang memerlukan keseimbangan cairan tubuh untuk mendukung performa fisik. Asupan cairan yang tidak adekuat dapat menyebabkan dehidrasi yang berdampak pada penurunan kebugaran jasmani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan cairan dengan Total Body Water (TBW) dan kebugaran jasmani pada anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) futsal di Surakarta. Penelitian ini menerapkan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 52 responden yang dipilih melalui teknik convenience sampling. Asupan cairan diukur menggunakan metode recall 3×24 jam, TBW diukur menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA), dan kebugaran jasmani diukur menggunakan beep test yang dikonversi menjadi nilai VO₂max. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact dengan tingkat signifikansi p ≤ 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki asupan cairan dalam kategori defisit (67,3%), TBW dalam kategori normal (71,2%), dan kebugaran jasmani dalam kategori kurang (84,6%). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan cairan dengan TBW (p = 0,101), namun terdapat hubungan yang signifikan antara asupan cairan dengan kebugaran jasmani (p = 0,011). Dapat disimpulkan bahwa asupan cairan tidak berhubungan dengan TBW, tetapi berhubungan dengan kebugaran jasmani, sehingga pemenuhan kebutuhan cairan penting untuk mendukung performa fisik atlet futsal.
Copyrights © 2026