Peningkatan usia harapan hidup menyebabkan bertambahnya jumlah lanjut usia yang rentan mengalami masalah psikososial dan spiritual. Pasien geropsikiatri rawat jalan di Poliklinik Geriatri RS Khusus Jiwa Soeprapto Bengkulu berisiko mengalami distres spiritual akibat kesepian, kehilangan makna hidup, dan perubahan kondisi kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi medical ministry terhadap distres spiritual pada pasien geropsikiatri. Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan dua kelompok intervensi dan penilaian pre-test serta post-test. Kelompok intervensi 1 menerima psikoedukasi pasien (PEP), sedangkan kelompok intervensi 2 menerima PEP dan terapi medical ministry. Sampel berjumlah 40 responden yang dipilih dengan consecutive sampling dan dibagi masing-masing 20 responden per kelompok. Instrumen yang digunakan adalah Spiritual Distress Resources Questionnaire (SDRQ). Analisis data menggunakan paired t-test dan independent t-test dengan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perubahan bermakna pada kelompok PEP saja (p=0,451), sedangkan kelompok PEP + medical ministry mengalami penurunan skor distres spiritual yang bermakna (p=0,000). Disimpulkan bahwa terapi medical ministry efektif menurunkan distres spiritual pada pasien geropsikiatri. Intervensi ini direkomendasikan sebagai bagian pelayanan rutin di poliklinik geriatri.
Copyrights © 2026