Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Penerapan Model Charting By Exception (CBE) Terhadap Nilai Interdialytic Weight Gain (IDWG) Pada Pasien Yang Menjalani Hemodialisa di RS Harapan dan Doa Kota Bengkulu Bardah Wasalamah; Nova Yustisia; Encik Putri Ema Komala; Titin Aprilatutini
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.37492

Abstract

Hemodialisa (HD) merupakan terapi pengganti ginjal yang paling banyak dijalani oleh pasien PGK di Indonesia dengan persentase sebesar 82%. Pembatasan cairan merupakan regimen yang paling sulit untuk dijalani oleh pasien HD yang menyebabkan terjadinya peningkatan nilai Interdilytic Weight Gain (IDWG) dengan berbagai komplikasi pada berbagai sistem tubuh. Pembatasan cairan menjadi faktor utama yang menyebabkan masalah paling sering pada pasien HD. Penerapan model Charting by Exception (CBE) merupakan salah satu metode inovatif yang dapat dilakukan oleh pasien secara mandiri dalam melakukan monitoring cairan. Diharapkan akan memberikan dampak positif terhadap kontrol nilai IDWG sebagau marker onjektif dari kepatuhan pembatasan cairan. Penelitian bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh penerapan model Charting by exeption  (CBE) terhadap nilai Interdialytic Weight Gain (IDWG) pasien yang menjalani hemodialisa. Desain penelitian ini adalah quasy experiment pre and post-test with control group design. Penelitian dilakukan di RS Harapan dan Doa Kota Bengkulu dengan melibatkan 52 responden. Responden dibimbing melakukan monitoring cairan menggunakan My hemodialysis Journal yang telah dikembangkan berdasarkan teori model dokumentasi CBE oleh peneliti. IDWG diukur secara konsisten selama 1 bulan atau delapan kali Hemodialisa. Penerapan model CBE secara signifikan dapat menurunkan nilai Interdialytic Weight Gain (IDWG) pasien Hemodialisa dengan p-value 0,021. Penurunan nilai IDWG pada kelompok intervensi lebih tinggi dengan rata-rata nilai IDWG adalah 1,96 dibandingkan kelompok kontrol 2,42 setelah diberikan intervensi.
Pengaruh Terapi Medical Ministry Terhadap Distres Spiritual Pada Kelompok Geropsikiatri: Quasi Eksperimen di Poliklinik Geriatri Rs Khusus Jiwa Soeprapto Provinsi Bengkulu Encik Putri Ema Komala; Nova Yustisia; Ikhsan Ikhsan; Samwilson Slamet
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.54149

Abstract

Peningkatan usia harapan hidup menyebabkan bertambahnya jumlah lanjut usia yang rentan mengalami masalah psikososial dan spiritual. Pasien geropsikiatri rawat jalan di Poliklinik Geriatri RS Khusus Jiwa Soeprapto Bengkulu berisiko mengalami distres spiritual akibat kesepian, kehilangan makna hidup, dan perubahan kondisi kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi medical ministry terhadap distres spiritual pada pasien geropsikiatri. Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan dua kelompok intervensi dan penilaian pre-test serta post-test. Kelompok intervensi 1 menerima psikoedukasi pasien (PEP), sedangkan kelompok intervensi 2 menerima PEP dan terapi medical ministry. Sampel berjumlah 40 responden yang dipilih dengan consecutive sampling dan dibagi masing-masing 20 responden per kelompok. Instrumen yang digunakan adalah Spiritual Distress Resources Questionnaire (SDRQ). Analisis data menggunakan paired t-test dan independent t-test dengan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perubahan bermakna pada kelompok PEP saja (p=0,451), sedangkan kelompok PEP + medical ministry mengalami penurunan skor distres spiritual yang bermakna (p=0,000). Disimpulkan bahwa terapi medical ministry efektif menurunkan distres spiritual pada pasien geropsikiatri. Intervensi ini direkomendasikan sebagai bagian pelayanan rutin di poliklinik geriatri.
Efektivitas Case Method dalam Meningkatkan Kompetensi Perawat Jiwa Melakukan Tindakan Kegawatdaruratan Psikiatri Encik Putri Ema Komala; Titin Aprilatutini; Bardah Wasalamah; Nova Yustisia
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.54321

Abstract

Kegawatdaruratan psikiatri secara klinis muncul dalam dua bentuk yaitu gadug gelisah dan bunuh diri. Risiko paling berat karena dua kejadian ini bila tidak mendapatkan tatalaksana yang baik adalah kematian. Peningkatan kompetensi perawat melakukan Tindakan kegawatdaruratan psikiatri menjadi sangat penting. Case method dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kompetensi perawat melakukan Tindakan kegawatdaruratan psikiatri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas case method meningkatkan kompetensi perawat jiwa melakukan Tindakan kegawatdaruratan psikiatri. Desain penelitian ini adalah Quasy experiment dengan pre and post test without control group design yang dilakukan dengan melibatkan 40 responden. Setelah dilakukan pre test kelompok intervensi satu diberikan modul kegawatdaruratan psikiatri dan kelompok intervensi dua diikutkan dalam kegiatan case method dan setelah satu minggu pemberian intervensi pada kedua kelompok baru dilakukan post test. Hasil penelitian menunjukan bahwa Tindakan case method yang dilakukan pada kelompok intervensi kedua lebih efektif meningkatkan kompetensi perawat jiwa melakukan Tindakan kegawatdaruratan psikiatri dengan p-value 0,001 (p<0,005) dibandingkan dengan kelompok intervesni pertama. Penelitian ini juga merekomendasikan untuk menggunakn case method sebagai salah satu cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan kompetensi perawat melakukan tindakan kegawatdaruratan psikiatri.
EDUKASI MANAGEMEN CAIRAN PADA FAMILY CAREGIVER YANG MERAWAT PASIEN HEMODIALISIS DI RSUD ARGA MAKMUR Bardah Wasalamah; Desi Susilawati; Encik Putri Ema Komala
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.45154

Abstract

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan Noncommunicable disease (NCDs) dan menjadi salah satu permasalahan kesehatan utama dunia. Pasien PGK harus menjalani terapi pengganti ginjal untuk mempertahankan kesehatan dan kualitas hidupnya. Hemodialisa (HD) merupakan terapi pengganti ginjal yang paling banyak dijalani. Banyakanya regimen terapi yang harus dijalani, membuat resiko ketidakpatuhan sangat tinggi. Pembatasan cairan merupakan regimen yang paling sulit dijalani oleh pasien hemodialisa, dibuktikan dengan masih rendahnya kepatuhan pasien dalam membatasi cairan. Pada manajemen terpadu pasien PGK disarankan untuk melibatkan Family Caregiver atau keluarga, karena mereka dapat memberikan dukungan dan motivasi yang dapat mengubah perilaku pasien. Peran perawatan yang dilakukan Family caregiver dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan nya, terutama dalam membimbing dan mengawasi pasien dalam managemen cairan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi (teaching), dan bimbingan (guiding) pada Family Caregiver tentang managemen cairan pasien GGK. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah, diskusi, dan bimbingan. Hasil pre test menunjukkan 10 orang (42%) berpengetahuan kurang, 8 orang (33%) berpengetahuan cukup, dan 6 orang (25%) berpengetahuan baik, dan setelah diberikan edukasi dan bimbingan terjadi peningkatan pengetahuan yakni sebagian besar 12 orang (50%) orang berpengetahuan baik. Terjadi peningkatan pengetahuan family caregiver setelah diberikan edukasi dan bimbingan managemen cairan.