Supresi viral load merupakan indikator utama keberhasilan terapi antiretroviral (ART) sekaligus strategi kunci dalam menurunkan transmisi HIV. Pencapaian target global 95-95-95 yang ditetapkan oleh UNAIDS masih menghadapi tantangan di wilayah dengan epidemi meluas seperti Papua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan status supresi viral load pada Orang dengan HIV (ODHIV) di Kota Jayapura tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sekunder dari Sistem Informasi HIV/AIDS (SIHA). Sampel penelitian sebanyak 1.345 ODHIV yang telah menjalani terapi ART minimal 6 bulan. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat (uji Chi-square), dan multivariat (regresi logistik ganda). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia (p<0,001), koinfeksi tuberkulosis (p=0,001), riwayat loss to follow-up (LTFU) (p<0,001), dan lama terapi (p=0,011) berhubungan signifikan dengan status supresi viral load. Riwayat LTFU merupakan faktor paling dominan dengan nilai OR=3,516 (95% CI: 2,196–5,631). Disimpulkan bahwa faktor kepatuhan terapi dan kondisi klinis memiliki peran penting dalam pencapaian supresi viral load. Intervensi berbasis retensi pasien dan integrasi layanan HIV-TBC perlu diperkuat untuk meningkatkan keberhasilan terapi.
Copyrights © 2026