p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Yulius Sarungu Paiting
Universitas Cenderawasih

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Status Supresi Viral Load pada ODHIV di Kota Jayapura Provinsi Papua Tahun 2025 Theresia Iriana Endrawati; Novita Medyati; Arius Togodly; Yacob Ruru; Sarce Makaba; Yulius Sarungu Paiting
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56991

Abstract

Supresi viral load merupakan indikator utama keberhasilan terapi antiretroviral (ART) sekaligus strategi kunci dalam menurunkan transmisi HIV. Pencapaian target global 95-95-95 yang ditetapkan oleh UNAIDS masih menghadapi tantangan di wilayah dengan epidemi meluas seperti Papua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan status supresi viral load pada Orang dengan HIV (ODHIV) di Kota Jayapura tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sekunder dari Sistem Informasi HIV/AIDS (SIHA). Sampel penelitian sebanyak 1.345 ODHIV yang telah menjalani terapi ART minimal 6 bulan. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat (uji Chi-square), dan multivariat (regresi logistik ganda). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia (p<0,001), koinfeksi tuberkulosis (p=0,001), riwayat loss to follow-up (LTFU) (p<0,001), dan lama terapi (p=0,011) berhubungan signifikan dengan status supresi viral load. Riwayat LTFU merupakan faktor paling dominan dengan nilai OR=3,516 (95% CI: 2,196–5,631). Disimpulkan bahwa faktor kepatuhan terapi dan kondisi klinis memiliki peran penting dalam pencapaian supresi viral load. Intervensi berbasis retensi pasien dan integrasi layanan HIV-TBC perlu diperkuat untuk meningkatkan keberhasilan terapi.
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pengelolaan Keuangan Puskesmas Di Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan Krisma Palabiran; Novita Medyati; Yacob Ruru; Arius Togodly; Yulius Sarungu Paiting; Septevanus Rantetoding
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57918

Abstract

Pengelolaan keuangan Puskesmas sangat penting untuk efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas layanan kesehatan. Di Kabupaten Jayawijaya, sejumlah Puskesmas tidak layak menerima dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), yang diduga terkait faktor internal bendahara seperti kompetensi, pelatihan, beban kerja, dan rangkap tugas. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional pada 29 bendahara Puskesmas melalui total sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact serta regresi Poisson dengan robust variance. Hasil menunjukkan 65,5% responden memiliki pengelolaan keuangan tidak baik, 75,9% kurang pelatihan, 69,0% mengalami beban kerja berat, dan 75,9% menjalankan rangkap tugas. Analisis bivariat memperlihatkan pelatihan (p=0,003), beban kerja (p=0,002), dan rangkap tugas (p=0,003) berhubungan signifikan, sedangkan kompetensi tidak (p=0,367). Analisis multivariat menegaskan pelatihan (RP=0,312; p=0,010) dan beban kerja (RP=3,517; p=0,012) berhubungan signifikan, dengan beban kerja sebagai faktor paling dominan.