Diare merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi penyebab utama morbiditas balita di Indonesia. Tingginya angka kejadian diare dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko, baik individu maupun lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Bintuni tahun 2026 serta mengidentifikasi faktor dominan. Desain penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sekunder dari register pasien Februari 2026. Populasi penelitian berjumlah 184 balita, seluruhnya dijadikan sampel melalui metode total sampling. Variabel dependen adalah kejadian diare, sedangkan variabel independen meliputi umur, jenis kelamin, riwayat imunisasi, pemberian ASI eksklusif, dan status gizi. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji Chi-Square, serta multivariat menggunakan regresi logistik metode Backward Likelihood Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur (p = 0,042) dan status gizi (p = 0,004) berhubungan signifikan dengan kejadian diare, sedangkan jenis kelamin, riwayat imunisasi, dan ASI eksklusif tidak signifikan. Analisis multivariat menegaskan bahwa status gizi dan usia merupakan faktor dominan, dengan status gizi sebagai faktor paling berpengaruh
Copyrights © 2026