Acne vulgaris merupakan penyakit inflamasi kronis pada unit pilosebasea yang melibatkan hiperkeratinisasi folikel, produksi sebum berlebih, kolonisasi Cutibacterium acnes, inflamasi, dan stres oksidatif. Terapi konvensional acne vulgaris sering menimbulkan efek samping, iritasi, serta resistensi antibiotik, sehingga diperlukan alternatif terapi yang lebih aman dan efektif. Nigella sativa dikenal sebagai tanaman herbal yang memiliki kandungan bioaktif utama berupa thymoquinone dengan aktivitas antiinflamasi, antioksidan, dan antimikroba. Review ini bertujuan mengkaji potensi Nigella sativa sebagai agen antiinflamasi dan antioksidan dalam terapi acne vulgaris. Metode yang digunakan adalah narrative review melalui penelusuran literatur pada basis data PubMed, Scopus, dan Google Scholar dengan rentang publikasi tahun 2014–2025 menggunakan kata kunci Nigella sativa, thymoquinone, acne vulgaris, inflammation, dan oxidative stress. Hasil kajian menunjukkan bahwa thymoquinone mampu menghambat jalur nuclear factor kappa B (NF-κB), menurunkan ekspresi IL-1β, IL-6, dan TNF-α, serta menekan proses inflamasi pada lesi acne. Selain itu, Nigella sativa meningkatkan aktivitas antioksidan endogen seperti superoxide dismutase (SOD), glutathione (GSH), dan katalase, sehingga dapat mengurangi kerusakan jaringan akibat reactive oxygen species (ROS). Aktivitas antimikroba terhadap bakteri penyebab acne juga mendukung efektivitasnya sebagai terapi topikal. Berbagai formulasi seperti gel, hidrogel, dan emulgel menunjukkan hasil klinis yang baik dan aman. Temuan ini menegaskan bahwa Nigella sativa berpotensi sebagai terapi tambahan atau alternatif yang efektif dan aman pada acne vulgaris.
Copyrights © 2026