Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan keaksaraan awal anak usia 5–6 tahun di TK IT Fania Salsabila Barokah. Berdasarkan hasil observasi awal, dari 27 anak terdapat 15 anak yang belum mampu mengenali dan membedakan beberapa huruf abjad yang bentuknya hampir sama, seperti huruf b dan d, i dan l, serta p dan q. Selain itu, penggunaan media pembelajaran yang kurang variatif dan pembelajaran yang masih berpusat pada guru menyebabkan anak mudah bosan dan kurang termotivasi dalam belajar. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini, melalui penggunaan media ritatoon berbasis read aloud. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode eksperimen dan desain pre-experimental design dalam bentuk one group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan totali sampling dengan jumlah sampel sebanyak 27 anak. Teknik analisis data meliputi uji validitas, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan paired sample t-test. Hasil dari analisis data menggunakan pengujian hipotesis uji-t paired sampel test diperoleh nilai t hitung sebesar 38,921 > 2,056t tabel pada taraf signifikansi α = 0,05, dapat dilihat bahwa t hitung lebih besar dari t tabel maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan media ritatoon berbasis read aloud terhadap kemampuan keaksaraan awal anak usia 5–6 tahun di TK IT Fania Salsabila Barokah pada data pre-test dan post-test. Pengaruhnya dapat dilihat melalui penghitungan effect size menggunakan rumus cohen’s, besarnya pengaruh besarnya pengaruh menggunakan permainan media ritatoon berbasis read aloud di TK IT Fania Salsabila Barokah memiliki effect size sebesar 1,35. Hasil tersebut dalam tabel kriteria interpretensi nilai cohen’s termasuk kategori yang berefek (strong effect) terhadap kemampuan keaksaraan awal di TK IT Fania Salsabila Barokah.
Copyrights © 2026