Aspirin memiliki waktu tinggal lambung yang singkat dan risiko iritasi gastrointestinal, sehingga diperlukan sistem penghantaran obat yang mampu memperpanjang retensi dan mengendalikan pelepasan. Floating oral in situ gel berbasis sodium alginat–HPMC dikembangkan untuk menghasilkan gel yang terbentuk spontan di lingkungan lambung, mengapung stabil, serta melepaskan obat secara bertahap. Penelitian ini bertujuan merumuskan dan mengevaluasi tiga formula floating in situ gel aspirin dengan variasi rasio sodium alginat–HPMC, serta menentukan formula optimum berdasarkan viskositas, gelasi, daya apung, dan profil pelepasan obat. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium melalui tahap preformulasi, desain dan formulasi tiga sediaan floating oral in situ gel aspirin berbasis matriks sodium alginat dan HPMC (F1: 1% dan 0,3%; F2: 1,5% dan 0,5%; dan F3: 2% dan 0,7%) , serta evaluasi pH, organoleptis, viskositas, floating lag time, total floating time, dan uji pelepasan dengan disolusi USP II. Hasil menunjukkan seluruh formula homogen, berwarna putih kekuningan, dan berbau khas aspirin. Nilai pH berada pada rentang 6,21–6,52. Viskositas meningkat seiring kenaikan konsentrasi polimer, yaitu 126,9 cP (F1), 171,0 cP (F2), dan 263,7 cP (F3). Seluruh formula memenuhi kriteria floating dengan FLT <1 menit dan TFT >12 jam. Profil pelepasan menunjukkan pola sustained release dengan urutan F1 > F2 > F3; pada jam ke-6 pelepasan masing-masing sebesar 68,92%, 56,23%, dan 47,47%. Variasi konsentrasi sodium alginat–HPMC memengaruhi karakteristik fisik, kemampuan mengapung, dan laju pelepasan aspirin. Formula F2 merupakan formula optimum karena memberikan keseimbangan terbaik antara viskositas, stabilitas floating, dan pelepasan obat terkontrol.
Copyrights © 2026