Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan kinerja karyawan dalam menghadapi dinamika industri otomotif yang semakin kompetitif, khususnya pada Tunas Honda Pramuka. Kinerja tidak hanya dipengaruhi oleh faktor teknis seperti kompetensi, tetapi juga faktor psikologis seperti psychological empowerment, organizational resilience, dan psychological capital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi, psychological empowerment, dan organizational resilience terhadap kinerja karyawan dengan psychological capital sebagai variabel mediasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner skala Likert. Sampel penelitian berjumlah 100 karyawan yang ditentukan dengan teknik sampling jenuh. Analisis data dilakukan menggunakan SmartPLS dengan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi, psychological empowerment, dan organizational resilience tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan secara langsung. Namun, psychological capital terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Selain itu, psychological capital tidak memediasi hubungan kompetensi terhadap kinerja, tetapi mampu memediasi secara penuh hubungan psychological empowerment dan organizational resilience terhadap kinerja karyawan. Kesimpulannya, kinerja karyawan lebih dipengaruhi oleh kondisi psikologis positif dibandingkan faktor teknis maupun organisasi secara langsung.
Copyrights © 2026