Sektor properti dan real estate menghadapi tekanan likuiditas yang signifikan selama periode 2020–2024 akibat pandemi Covid-19 dan karakteristik siklus bisnis yang panjang, meskipun berbagai stimulus fiskal pemerintah telah digelontorkan untuk mendorong pemulihan sektor ini. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh perputaran kas dan perputaran piutang terhadap likuiditas yang diukur menggunakan current ratio pada perusahaan property and real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel seimbang (strongly balanced) yang bersumber dari laporan keuangan tahunan 6 perusahaan hasil seleksi purposive sampling dari total 55 emiten, sehingga menghasilkan 30 observasi. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dengan model Random Effect yang dipilih berdasarkan hasil Uji Chow, Uji Hausman, dan Uji Lagrange Multiplier, serta diolah menggunakan perangkat lunak STATA 15. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, perputaran kas tidak berpengaruh signifikan terhadap likuiditas (sig. 0,273 > 0,05), sedangkan perputaran piutang berpengaruh signifikan terhadap likuiditas (sig. 0,005 < 0,05). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap likuiditas (sig. 0,0124 < 0,05) dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 25,02%. Temuan ini mengindikasikan bahwa efisiensi pengelolaan piutang menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas likuiditas perusahaan properti, sementara perputaran kas saja tidak cukup menjadi penjelas utama dalam konteks industri ini.
Copyrights © 2026