Dalam era modernisasi dan globalisasi, nilai-nilai budaya lokal mulai menghadapi tantangan, seperti perubahan pola pikir masyarakat dan berkurangnya pemahaman generasi muda terhadap adat istiadat. Salah satu adat istiadat adalah Dalihan Na tolu. Dalihan Na Tolu berperan sebagai penghubung sosial dalam komunitas yang memiliki berbagai agama. Yang harus terus dipertahankan di tengah perubahan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran falsafah Dalihan Na Tolu dalam merajut kebersamaan di tengah keberagaman agama di Kecamatan Pahae Jae. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Nilai Dalihan Na Tolu, yang terdiri dari somba marhula-hula, manat mardongan tubu, dan elek marboru, berperan sebagai cara sosial yang ampuh dalam menciptakan toleransi di antara berbagai agama. Nilai tersebut mampu menciptakan solidaritas sosial, memperkuat hubungan kekerabatan, serta menjadi sarana penyelesaian konflik. Meskipun demikian, tantangan berupa modernisasi dan pergeseran nilai pada generasi muda menjadi hambatan dalam pelestarian nilai budaya tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Dalihan Na Tolu adalah kebijaksanaan tradisional yang relevan dalam menjaga keharmonisan masyarakat multireligius.
Copyrights © 2026